Web Toolbar by Wibiya
 
  1.  

    Jadilah ‘garam’ untuk orang lain. Disetiap masakan gk ada yg memujinya, yang ada sayurnya enak, dan lain sebagainya, gak ada yg bilang garamnya enak prabhu, luar biasa garamnya . Cobak kalau gak ada ‘dia’ pertama kali yg kita nyatakan kurang garam ne… semua tergantung padanya… H.H Radhanatha Swami use to say ‘vaisnava is like salt’. Vaisnava selalu berusaha menyisih dari semua pengakuan diri, tetapi selalu memberi rasa terpenting untuk setiap orang, dia selalu rendah hati. Dia kebanyakan dipandang sebelah mata, ketika kehilangan mereka seorang baru akan menyadarinya, seberapa berharganya beliau. Happy Vyasa Puja H.H Srila Gour Govinda Swami untuk temen-temen yg sedang merayakan.

    - Bhajananandi-Tulasi Sudama Das -

    August 28, 2014

     
     
     
  2.  

    Kita hidup untuk mengerti dan menjalani rasa cinta yang kita punya. Ketika Sri Krsna mengambil sesuatu dari kita, dari tangan kita… sesuatu yg berusaha kita pegang erat selama ini dengan kuat……. Beliau hanya berusaha untuk mengosongkan tangan kita…. mengosongkan tangan kita untuk menerima sesuatu yg lain…….. sesuatu yg lain yg lebih berharga dibandingkan saat ini…..

    - Bhajananandi-Tulasi Sudama Das -

    August 28, 2014

     
     
     
  3.  

    Bilang… aja … seburuk-buruknya cowok dia pasti ingin wanita yg baik nantinya menjadi pendampingnya nanti… walaupun seburuk-buruknya cewek dia ingin cowok yg baik bisa menjadi pendampingnya nanti…. dia gk akan mencari orang yg buruk…sederhana… semua orang ingin mendapat orang yg baik… di dunia ini. . Di masa muda setiap saat seseorang dapat terjerumus. Kalau memang pendamping menjadi visi anda saat ini…ya…. jadilah lebih baik jg.. di dalam hati setiap orang sy melihatnya sebagai contoh nyata, mereka selalu merindukan seseorang yg bisa menjadi pribadi yang baik….

    - Bhajananandi-Tulasi Sudama Das -

    August 28, 2014

     
     
     
  4.  

    Entah setan apa yg masuk dipikiran sy….. kwkwkwkwk… …. ketika dia bilang ‘saya gk bisa berdoa… apalagi menjadi lebih baik…. dosa saya sungguh terlalu banyak’… saya denger seperti dia bilang… saya gak bisa mandi….. saya gk bisa bersihin ini semua…… terlalu banyak kekotoran di badan saya …….

    - Bhajananandi-Tulasi Sudama Das -

    August 28, 2014

     
     
     
  5.  

    Ketika kita hanya berbicara, kita hanya mengulang apa yg kita tahu, tetapi jika kita mendengar….. kita akan belajar hal yg baru. Kata-kata inspirasi hanya menginspirasi sesaat jika tidak diterapkan. Dengar dan terapkan… karena dengan penerapan dari apa yg kita dengar, kita akan mendapatkan pengetahuan yg lebih dalam tentang hal itu, jauh melampau bacaan. dan hal itu tidak bisa sepenuhnya terkadang kita sampaikan… posisinya terkadang ekslusif buat masing-masing individu.

    - Bhajananandi-Tulasi Sudama Das -

    August 28, 2014

     
     
     
  6.  

     

    (Source: aceph)

    August 27, 2014

     
     
     

     

    (Source: aceph)

     
     
     
  7.  

    (Source: lionofallah, via inspirasi-islami)

    August 27, 2014

     
     
     
     
     
  8.  

    August 26, 2014

     
     
     
  9.  

    Jadilah ‘garam’ untuk orang lain. Disetiap masakan gk ada yg memujinya, yang ada sayurnya enak, dan lain sebagainya, gak ada yg bilang garamnya enak prabhu, luar biasa garamnya . Cobak kalau gak ada ‘dia’ pertama kali yg kita nyatakan kurang garam ne… semua tergantung padanya… H.H Radhanatha Swami use to say ‘vaisnava is like salt’. Vaisnava selalu berusaha menyisih dari semua pengakuan diri, tetapi selalu memberi rasa terpenting untuk setiap orang, dia selalu rendah hati. Dia kebanyakan dipandang sebelah mata, ketika kehilangan mereka seorang baru akan menyadarinya, seberapa berharganya beliau.

    - Bhajananandi-Tulasi Sudama Das -

    August 26, 2014

     
     
     
  10.  

    Sri Krsna menciptakan lupa agar kita mudah memaafkan dan kita dapat berdamai dengan semua kesalahan yg ada. Lupa artinya kita lagi sibuk, kita lagi terkosentrasi penuh di dalam satu hal, kita lupa karena menurut kita itu sudah tidak menjadi hal yg penting lagi buat kita. Seberapapun kita sebut kita seseorang pelupa kalau memang hal itu penting buat kita, ya… kita akan ingat… sayangnya yg ada kesedihan, kekecewaan, masih menjadi hal yg penting buat kita di dunia ini. “Aku bersemayam di dalam hati setiap makhluk. Ingatan, pengetahuan dan pelupaan berasal dari-Ku….” [Bg.15.15] Itu milik Krsna ternyata… mari…….

    - Bhajananandi-Tulasi Sudama Das -

    August 26, 2014

     
     
     
  11.  

    Kita tak bisa membahagiakan orang lain kalau kita sendiri tidak bahagia, penuh kasih dan cinta. Karena sejatinya, untuk memberi itu harus memiliki, kan?

    - Bhajananandi-Tulasi Sudama Das -

    August 26, 2014

     
     
     
  12.  

    Sakit hati tu… gak pernah mengajarkanku untuk berhenti berharap. Namun sakit hati mengajarkanku untuk tidak terlalu menaruh harap. Manusia memiliki kemampuan yg sungguh terbatas, sedangkan kita sedang menaruh harapan penuh di dalamnya. Di setiap saat pasti akan ada kekecewaan, ketika semua itu kita bisa sadari, bukanya kekecewaan akan hilang, tetapi lebih dikesampingkan.

    - Bhajananandi-Tulasi Sudama Das -

    August 26, 2014

     
     
     
  13.  

    Pengetahuan mempunyai kedudukanya tersendiri bagi setiap orang, dia mempunyai jalan yg tepat untuk masing-masing individu saat ini. Karena keterbatasan kemampuan dirinya untuk dapat mengimbangi persoalan yang ada, dia dianugrahi dengan kemampuan pengetahuan yg sama. Karena hanya dari level pengetahuan itu dia nantinya dapat belajar untuk meningkatkan diri.

    Pengetahuan bukan sesuatu yg dipaksa, itu mutlak pemberian Sri Krsna untuk kita dapat belajar, dan hal ini kita tidak dapatkan dari membaca buku, melainkan didapatkan melalui praktik nyata yg kita coba terapkan. Ketika seseorang benar-benar mengerti kedudukan pengetahuan, seseorang akan menjadi pribadi yg fleksibel. Dia tidak akan memaksakan kehendaknya, karena dia mengerti bahwa seseorang harus di kedudukan pengetahuannya saat ini untuk belajar, walaupun seseorang memberikan pengetahuan yg lebih tinggi, dia tetap tidak akan dapat mengimbangi persoalan yg ada. Tidak mengherankan yg selanjutnya terjadi adalah seseorang yg memberikan pengetahuan menjadi frustasi dan yg penerima pengetahuan merasa diadili, dan tetap tidak mengerti dengan persoalan yg ada.

    "Belajar dan ambil hanya buah yg telah matang" begitu perumpamaanya, seseorang pengajar dituntut untuk dapat mengenali mana buah yg telah matang dan belum matang dan bertindak dalam level yg sama untuk dapat membimbingnya.

    - Bhajananandi-Tulasi Sudama Das -

    August 23, 2014

     
     
     
  14.  

    Ketidaksempurnaan kita menjadikan kita contoh nyata, kita membutuhkan setiap orang yg mampu. Bukankah indah kalau kita menyadari kekurangan diri, selagi itu pula kita melihat seseorang yang mampu melengkapi kita, menginspirasi kita untuk mengapresiasi, berjuang dan menjadi pribadi yg positif yg dapat menghargai orang lain. Pernyataan ini sama sekali tidak berlawanan dari postingan sebelumnya yg menyatakan “Di dalam hubungan kita perlu seseorang yang solid, bukan seseorang yg saling mengisi kekurangan, karena untuk menjadi orang yg kuat merupakan kewajiban masing-masing orang”. Mentalitas mencarinya sungguh berbeda, yg kedua dia mencari untuk melengkapi, dan yg pertama dia mencari untuk menguatkan diri.

    - Bhajananandi-Tulasi Sudama Das -

    August 23, 2014

     
     
     
  15.  

    Banyak dari mereka yang ketika jatuh cinta, mereka membiarkan hatinya jatuh terlalu dalam tanpa tali pengaman. Hingga pada akhirnya mereka ditinggalkan dan tenggelam, tak ada yang mampu menyelamatkan. Yang tersisa hanyalah goresan dan kenangan. Istilah jatuh cinta memang paling tepat untuk hal ini, cintanya yg jatuh, atau jatuh karena cinta, mungkin itu yg dimaksud dengan jatuh cinta di dunia ini. Nah… kalau cinta yg itu hehehehe… gak ada istilah jatuh… itu naik..

    - Bhajananandi-Tulasi Sudama Das -

    August 23, 2014